Akhirnya... untuk si sulung, saya memilih Afterschooling. Pilihan ini didasarkan pada keterbatasan yang saya miliki dalam hal komitmen waktu. Zahrul tetap bersekolah di sekolah umum, namun saya berusaha memberikan suplemen untuk hal-hal yang Zahrul perlu. Sedangkan adik-adiknya tetap bermain sambil belajar dan sampai saat ini saya merasa belum perlu memasukkan mereka ke playgroup atau sejenisnya. Inilah Belajar di Rumah ala keluarga kami.

Mungkin untuk teman-teman penggiat sekolah rumah, apa yang saya lakukan sama sekali bukan konsep sekolah rumah. Ya, ini bukan sekolah rumah walaupun saya ingin sekali melakukannya. Karena masa depan anak-anak bukan ajang coba-coba. Jadi saya harus membiasakan diri dengan setengah konsep ini sebelum saya dan anak-anak siap menjalankan konsep sekolah rumah secara penuh.
Jadi... jangan putus asa jika karena alasan pribadi anda tidak bisa menjalankan progam sekolah di rumah. Banyak keluarga melengkapi pengalaman anak-anak mereka dengan program afterschooling pada malam hari, setiap akhir pekan, selama bulan Ramadhan, atau selama liburan sekolah saja. Mereka menggunakan metode dan bahan yang sama, dan memperoleh hasil yang bisa berdampak jangka panjang bagi anak-anak mereka.
Nah, untuk orang tua yang belum sepenuhnya siap untuk homeschool, tapi tetap ingin terlibat lebih jauh dalam pendidikan putera-puterinya, afterschooling mungkin pilihan yang tepat. Afterschooling dalam segala hal hampir sama dengan homeschooling - butuh komitmen orang tua untuk mendidik, waktu, kreatifitas, antusisme dan cinta. Yang membedakan anak afterschooler selain belajar dirumah, pada saat yang bersamaan juga belajar dengan pihak ketiga (dalam hal ini sekolah umum).
Tidak Punya Banyak Waktu - Tujuan Apa Yang Paling Anda Inginkan?
Malam hari, akhir pekan, liburan sekolah, bukan waktu yang panjang untuk pendidikan di rumah. Anak-anak yang pergi ke sekolah (apalagi yang fullday) seringkali pulang sekolah dalam keadaan lelah dan stres, sehingga kita punya pengalaman berbeda dari mereka yang sekolah rumah penuh waktu. Dan biasanya, anak-anak yang pergi sekolah, di akhir minggu ingin terbebas dari pelajaran dengan bersantai atau ingin melakukan hal yang mereka sukai.
Karena alasan tersebut, pada awalnya saya melakukan pendekatan sambil lalu terhadap aktivitas pendidikan tambahan. Lagi pula, siapa sih yang mau berhadapan dengan buku lagi setelah bersekolah sepanjang hari? Jadi, saya menggunakan permainan, kerajinan tangan, bermain science di dapur, bermain game komputer, dll aktifitas yang idenya saya dapat dari internet atau buku. Akhir pekan dan liburan diisi dengan kunjungan lapangan untuk melengkapi atau menopang aktifitas sekolah. Malam hari dapat dimanfaatkan untuk membacakan buku cerita atau sirah. Semuanya tentu diusahakan dengan cara yang fun, terlebih anak-anak saya masih pra sekolah.
Langkah pertama yang penting adalah memutuskan apa yang ingin anda raih dalam waktu anda yang terbatas. Apakah anda ingin melengkapi berbagai konsep dan keterampilan akademik yang sulit dimengerti anak? Apakah anda ingin menyediakan waktu tambahan untuk aktifitas yang lebih tinggi? Atau menyediakan waktu untuk menekuni berbagai minat yang sangat disenangi anak? Atau mungkin anda menggunakan sekolah di rumah sebagai komplementer untuk terlibat dalam aktifitas belajar hanya untuk kesenangan dan menjalin hubungan yang bermakna dengan anak.
Apa pun keinginan anda, jangan lupa untuk selalu memperhatikan keinginan/minat anak. Alih-alih merasa semua kegiatan yang dirancang adalah untuk kepentingan anak, lebih baik libatkan anak dalam merancang kegiatan yang ingin mereka lakukan. Hal ini untuk menghindari penolakan dan pertengkaran dengan anak. Untuk hal ini, saya cenderung unschooling. Tapi untuk ortu yang suka was-was apakah anaknya belajar atau tidak dari kegiatan yang tidak terstruktur, pilihlah eclectic (campuran gampangnya). Jadi, ortu lihat-lihat situasi dan kondisi serta lihat materinya.
Apa Yang Harus Dipertimbangkan?
Ingin melakukan afterschooling, tapi tidak tahu apa yang harus dilakukan? Pertimbangkan hal berikut (artikel lengkap bisa dibaca di sini) :
- Do you want to use the subjects your child is learning in school as a platform for expansion? Or would you rather create your own units? Will you choose traditional subjects like math and reading, or will you use afterschooling time for music, art, and dance?
- Try to estimate how much time per day or per week your family will devote to afterschooling. You may be working around school schedules, bus schedules, PTA meetings, and other activities. Your child needs enough "free" time to relax and unwind and enough time to complete their given schoolwork. Like anything, give the family time to adjust to a new schedule and routine.
- Like anyone who is schooling their child in any way, your own philosophy will play a large role in carrying out afterschooling. You may prefer to use supplemental workbooks or curriculum. Or you may go the unschooling route, and take life and public/private school as the menu from which you afterschool.
Untuk mengetahui tentang afterschooling, silahkan baca artikel berikut : Homeschooling 101, Homeschoolzone, What is Afterschooling: SupplementingYour Childs Education dan Afterschooling Method.